Misteri Peti Mati dan Boneka Kayu di Arthur's Seat

Penemuan ini tentu saja membuat gempar dan membuat banyak orang bertanya-tanya siapa yang membuat miniatur peti-peti dan boneka kayu tersebut, dan tentu saja apa tujuan pembuatannya.
Sebuah sumber menceritakan mengenai detail miniatur peti dan boneka kayu ini setelah ditemukan oleh anak-anak. Jadi ceritanya, kepala sekolah dari anak-anak tersebut yang bernama Mr. Ferguson yang juga merupakan anggota sebuah komunitas arkeolog lokal membawa pulang miniatur-miniatur tersebut. Saat itu, peti-peti kayu itu masih belum terbuka. Mr. Ferguson lalu membawanya pulang ke rumah dan berhasil membukanya dengan menggunakan pisau dapur.
Mr. Ferguson lalu membawa miniatur tersebut ke pertemuan komunitas arkeolog dan juga tempatnya bekerja yang segera saja menjadi pusat perhatian.
Mengenai siapa sebenarnya Mr. Ferguson ini, saat ditelusuri ada 2 orang dengan nama Ferguson yang menjabat sebagai kepala sekolah di Edinburgh pada tahun 1836. Mereka adalah George Ferguson yang menjadi kepala di Edinburgh Academy dan seorang pria bernama Findlay Ferguson yang merupakan guru Bahasa Inggris dan matematika di Easter Duddingston.
Kepemilikan dari miniatur peti mati dan boneka misterius di dalamnya ini rupanya cukup panjang. Peti-peti kecil ini sempat dibeli oleh seorang pemilik toko South Andrews Street Jeweler bernama Robert Frazier. Namun saat Frazier akan pensiun, ia menjualnya pada seseorang yang tak diketahui seharga 4 Pounsterling. Penjualan dilakukan dengan sistem lelang, setelah Frazier meletakkannya pada sebuah katalog berjudul "The Celebrated Liliputian Coffins Found On Arthur's Seat, 1836".
Pada tahun 1901, delapan dari miniatur peti-peti tersebut disumbangkan ke National Museum of Scotland oleh Christina Couper of Dumfriesshire.
Banyak teori yang berkembang mencoba untuk menjawab penemuan 17 miniatur peti misterius tersebut. Teori pertama mempercayai bahwa peti-peti kayu dari pinus tersebut dengan boneka di dalamnya digunakan untuk tujuan sihir. Teori lainnya meyakini bahwa peti-peti kayu kecil itu dibuat sebagai jimat oleh para pelaut yang bertujuan untuk menghindari nasib buruk atau kematian. Ada pula yang mengatakan bahwa miniatur 17 peti mati tersebut dibuat sebagai simbol para pelaut yang telah meninggal saat sedang berlayar, mengingat semua boneka kayu sepertinya merupakan pria.
Namun dari semua teori yang ada, yang paling menarik adalah teori yang mengaitkan peti-peti mati tersebut dengan kasus pembunuhan berantai oleh William Burke dan William Hare yang pernah terjadi di Edinburgh, Skotlandia.
![]() |
| William Burke dan William Hare |
Pada kasus pembunuhan berantai tersebut, salah satu pembunuh yaitu William Burke dieksekusi mati, sedangkan William Hare terbebas dari hukuman mati. Nah, peti mati dan miniatur boneka kayu tersebut ditemukan setelah 7 tahun eksekusi mati William Burke.
Hal ini kemudian memperkuat dugaan bahwa peti-peti tersebut memang dibuat oleh Burke dan Hare dengan tujuan sebagai simbol bagi korban-korban yang pernah mereka bunuh. Namun semua boneka tersebut memakai pakaian pria, sedangkan korban-korban William Burke dan William Hare sebanyak 12 orang adalah wanita.
Peneliti dari University of Edinburgh, Allen Simpson dan Samuel Menefee dari University of Virginia mulai melakukan penelitian pada peti dan boneka-boneka misterius ini. Hasilnya, menurut mereka boneka-boneka kayu tersebut diambil dari sebuah pabrik manufaktur boneka kayu pada sekitar ahun 1790an. Kemudian boneka-boneka tersebut diberi pakaian dan dikuburkan pada tahun 1830an. Namun menurut mereka masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membongkar misteri di balik benda-benda tersebut.
![]() |
Saat ini hanya 8 dari 17 boneka kayu dan miniatur peti mati tersebut yang selamat sampai hari ini. Beberapa boneka dan miniatur peti telah hancur karena dimakan usia. Sementara itu menurut The Scotsman, beberapa sempat dirusak oleh anak-anak yang pertama kali menemukannya pada tahun 1836. Sampai hari ini miniatur peti mati bersama dengan boneka kayu di dalamnya tersebut masih menyisakan misteri yang belum terungkap.


Comments
Post a Comment